Beranda > Pengalaman, Pensiun > Simpanan Pensiun BNI (Simponi)

Simpanan Pensiun BNI (Simponi)

BNI Simponi adalah call name untuk Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang diselenggarakan oleh BNI. BNI Simponi merupakan salah satu bentuk jasa yang didirikan oleh BNI dengan aktivitas pokok adalah menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) bagi perorangan maupun secara kolektif baik bagi yang berstatus sebagai karyawan perusahaan ataupun wiraswasta.

Keuntungan menjadi peserta BNI Simponi sangat banyak, diantaranya :

  1. Seperti Pegawai Negeri, bisa mendapatkan manfaat pensiun bulanan seumur hidup, janda / duda-nya sampai meninggal dunia dan anak-anaknya sampai usia 25 tahun atau sudah menikah / bekerja. Dengan demikian saat ini pensiun bukan hanya dimiliki oleh Pegawai Negeri saja.

  1. Iuran dan hasil pengembangan dana / investasi mendapat fasilitas pajak (pajak tertunda) selama masa kepesertaan, namun pada saat peserta menerima manfaat pensiun, tunduk pada ketentuan pajak yang berlaku. JIka anda memiliki deposito atau tabungan, maka setiap bulan setelah menerima bunga / pengembangan, maka atas bunga tersebut secara otomatis akan dipotong pajak final 20%. Inilah yang membedakan antara menabung biasa dengan mengikuti Simponi BNI, karena sesuai dengan peraturan Menteri Keuangan, atas Dana Pensiun diberikan fasilitas perpajakan tersebut.

  1. Kesempatan untuk mendapatkan pensiun, walaupun gaji terbatas. Iuran relatif bisa dijangkau oleh setiap orang, yaitu minimal Rp. 50.000,- per bulan. Nah ini juga yang berbeda dengan tabungan / deposito biasa. Jika Anda ingin mendapatkan rate maksimal 7% maka Anda harus memiliki dana minimal Rp. 1 Milyar, itupun bunganya masih dipotong pajak. Namun dengan hanya Rp.50.000,- Anda sudah bisa mendapatkan pengembangan deposito spesial bahkan melebihi rate suku bunga deposito saat ini.

  1. Bebas memilih investasi dananya (Deposito, Obligasi atau keduanya). BNI (dalam hal ini unit Dana Pensiun Lembaga Keuangan / DPLK) bertindak sebagai penghimpun dana peserta dari seluruh Indonesia. Nah dana yang terkumpul tersebut diinvestasikan ke dalam portofolio sesuai dengan pilihan peserta. Karena dana terkumpul dari seluruh Indonesia, maka akan menjadi jumlah yang besar, sehingga unit DPLK bisa mendapatkan spesial rate di portofolio investasi yang ada. Itulah kenapa, hanya dengan Rp. 50.000,- Anda bisa mendapatkan pengembangan melebihi rate deposito spesial.

  1. Atas fasilitas pajak dan pilihan investasi tersebut, saat ini pengembangan dana BNI Simponi lebih dari 9% per tahun, jauh lebih tinggi dari maksimal bunga deposito spesial sesuai penjaminan LPS sebesar 7%.

  1. Bebas menentukan usia pensiun (antara 50 tahun hingga 70 tahun)

  1. Pilihan investasi pada point 4 dapat diubah sesuai dengan keinginan peserta 2 kali setahun.

  1. BNI Simponi transparan dalam pengelolaan dana, dimana setiap peserta mendapatkan buku dana peserta yang dapat dicetak setiap saat di setiap outlet BNI (on-line) guna mengetahui perkembangan danannya.

  1. Setelah dua tahun masa kepesertaan bisa menarik dana 10 %dari total iuran, 4 kali dalam  1 tahun, dan jarak pengambilan minimal 1 bulan.

  1. Agar tidak merepotkan untuk melakukan iuran, apabila memiliki rekening BNI Taplus, dapat melakukan setoran otomatis setiap bulan melalui otodebet.

  1. Biaya relatif murah yaitu biaya pengelolaan rekening sebesar Rp. 18.000,- per tahun dan biaya pengelolaan dana sebesar 0,85% per tahun, dipotong setelah satu tahun masa kepesertaan.

 Adapun syarat menjadi peserta BNI Simponi sangat mudah yaitu :

  • Warga Negara Indonesia
  • Berusia minimal 18 tahun atau sudah menikah
  • Menyerahkan foto copy KTP
  • Menyerahkan foto copy kartu keluarga (KK)
  • Mengisi formulir aplikasi yang dapat dilakukan di semua kantor bank BNI

Tertarik ? Silakan datang ke Bank BNI dan persiapkan pensiun Anda dari sekarang.

About these ads
Kategori:Pengalaman, Pensiun
  1. 6 Januari 2012 pukul 16:39 | #1

    ambilnya susah pak,
    1. FC Buku BNI
    2. Buku BNI simponi Aseli
    3. FC KK
    4. FC Rekening Bank selain BNI
    5. FC Rekening BNI bila ada
    6. FC NPWP
    7. FC KTP dan menunggu selama 3 bulan kedepan…

  2. 7 Januari 2012 pukul 17:19 | #2

    Gampang koq, tapi memang perlu syarat dan ketentuan. Yang harus dimengerti adalah menabung di Simponi bukan untuk diambil setiap saat, karena dimaksudkan untuk pensiun.
    1. Foto copy buku BNI Taplus untuk memastikan bahwa kita tidak salah dalam menulis nomor rekening.
    2. Buku Simponi asli : kalau mau menutup rekening simponi, asli buku harus diserahkan karena buku itu adalah bukti kepemilikan rekening. Kalau sudah akan ditutup, berarti bukti kepemilikan harus diserahkan ke BNI.
    3. FC Kartu keluarga : jika saldo rekening Simponi melebihi Rp. 100 juta, anda harus memilih anuitas (dana tidak boleh diambil sekaligus / pensiun per bulan). Kartu Keluarga diperlukan untuk memastikan siapa saja yang berhak mendapatkan manfaat pensiun. Tapi kalau dana anda kurang dari Rp. 100 juta, anda dapat mengambil sekaligus dana simponi dan tidak perlu melampirkan foto copy KK?
    4. FC rekening bank selain BNI : tidak perlu, kecuali jika anda pensiun bulanan dan menginginkan agar di transfer ke rekening bank lain.
    5. Foto copy rekening BNI : sudah anda jawabz sendiri (kalau ada)
    6. FC NPWP : anda akan diuntungkan jika punya NPWP karena perhitungan pajak final lebih sedikit dibandingkan jika tidak punya NPWP. Tetapi kalau tidak punya NPWP juga tidak masalah, hanya konsekwensinya potongan pajak lebih banyak.
    7. Foto copy KTP : wajar untuk memastikan bahwa identitas diri bahwa anda adalah pemilik syah rekening Simponi

    Pengalaman kami dalam mengurus pencairan Simponi adalah rata-rata hanya perlu waktu satu dua minggu

    • 14 Mei 2012 pukul 10:19 | #3

      Waktu itu saya ingin menutup BNI simponi tetapi dari BNI diberikan persyaratan seperti yg saya sebutkan diatas. Katanya persyaratan dari usat memang seperti itu. Saya sudah tanyakan ke BNI pusat mengnai sulitnya menutup BNI & persyaratan yg banyak, tetapi dijawab, semua kebijakan diserahkan ke masing-masing cabang. Muter-muter khan..yg di cabang dilempar ke pusat, sedangkan yg di pusat dikembalikan ke cabang!

      • 14 Mei 2012 pukul 10:30 | #4

        Bapak / Ibu ada di daerah mana ? Nanti saya infokan customer service yang langsung menangani

    • 14 Mei 2012 pukul 10:43 | #5

      Waktu itu saya buka simponi berdua sama istri, tetapi yg bisa dibisa ditutup adalah simponi milik istri, saya msh blm ada waktu utk urus sana-sini krn kerja. Kalo istri udah tidak kerja lagi jadi ada waktu utk mengurusnya.
      Saya buka di cabang Cikampek 6 thn yg lalu, tetapi sekarang sudah keluar kok dananya.
      trims pak atas supportnya..

    • 10 Oktober 2012 pukul 04:33 | #6

      Apakah bukti potong pajak dikirimkan ke alamat ybs atau di ambil di BNI tempat pengajuan pencairan dana pensiun ? dan berapa besar jumlah potongannnya ? Karena proses pencairan sekitar 2 minggu, apakah tanggal efektif pencairan sesuai pengajuan ?

  3. aan
    11 Mei 2012 pukul 11:46 | #7

    pak jika trjadi beda nama di rekening bni dgn sk gmana pak?? Nama sk bener tp direkening beda dikit?? Saya ikt bni simponi dari perusahaan…

  4. Komat Kamit Komet
    20 Mei 2012 pukul 23:41 | #9

    Andaikan kita pilih iuran yang Rp. 50.000,-/bulan, selama 10 tahun, artinya dana yang terkumpul = Rp. 50.000 x 10 x 12 bulan = Rp. 6.000.000,-
    Yang saya tanyakan :
    1. Apa benar kurang lebih hitungannya seperti itu ? Mohon penjelasannya !
    2. Misalkan uang iuran kita yang terkumpul selama 10 th adalah Rp. 6.000.000, nanti ketika menerima manfaat pensiun tiba, berapa Rp. yang akan kita terima per bulan ? Dan dalam jangka waktu berapa lama ?
    Terima kasih sebelumnya.

  5. 21 Mei 2012 pukul 17:12 | #10

    1. Benar dan salah… Benar : dana pokoknya yang terkumpul akan sebesar itu. Tetapi salahnya adalah Anda mengabaikan pengembangan (bunga). Padahal itulah yang membedakan antara Simponi dan Tabungan biasa. Kalau Tabungan Biasa, begitu dapat bunga di akhir bulan, maka bunga langsung dipotong pajak 20%. Sedangkan Simponi selama Anda mengiur, pengembangannya bebas pajak. Yang berbeda pula adalah rate pengembangan Simponi setara dan bahkan lebih besar daripada bunga deposito spesial rate. Ingat bahwa untuk mendapatkan bunga deposito spesial rate, Anda harus memiliki uang minimal Rp. 1 M. Tetapi dengan Simponi, Anda bisa mendapatkan rate spesial + bebas pajak. Jadi dibandingkan tabungan biasa bahkan deposito spesial rate, pengembangan Simponi pasti akan lebih baik.
    2. BNI dalam hal ini hanya sebatas sebagai “wadah” untuk mengoptimalkan pengembangan dana Simponi. Setelah dana terkumpul dan peserta memasuki usia pensiun, peserta akan diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk memilih anuitas (pensiun sampai meninggal, janda dudanya sampai meninggal dan anaknya sampai usia 25 tahun) di perusahaan asuransi yang memiliki program pensiun. Namun sesuai dengan Peraturan Menkeu terbaru, jika dana yang terkumpul (iuran + pengembangan) kurang dari Rp. 500 juta, maka peserta dapat mengambil dananya sekaligus. Nah, kalau mengambil dana sekaligus tersebut, maka peserta akan dikenakan pajak.

    • jeng ty
      4 Juli 2012 pukul 02:16 | #11

      Pak… Saya tertarik nih dgn simponi…
      Cuma msh ada pertanyaan mengganjal. Misal dana setelah usia pensiun mencapai 300 juta. Nah, menurut besarnya dana pensiun ini tdk dpt diambil skaligus, tp harus memilih produk anuitas. Anuitas ini apa ya pak maksudnya? Lalu kalau dpt per bulan, berapa besar uang pensiunya yg diterima? Mohon petunjuk utk penghitungannnyya. Thanks

      • 4 Juli 2012 pukul 06:11 | #12

        Oh ya … saat ini sudah ada peraturan Menkeu terbaru yang intinya adalah apabila dana total sampai dengan Rp. 500 juta, maka dapat diambil sekaligus. Mengenai anuitas, dalam hal ini BNI hanya “bertugas” mengembangkan dana nasabah menjadi optimal, sedangkan anuitas (besarnya pensiun per bulan) adalah ranah perusahaan asuransi.

        Apabila Anda menginginkan pensiun per bulan, Anda dapat menawarkan dana yang terkumpul kepada perusahaan asuransi manapun untuk mendapatkan manfaat pensiun terbaik .

  6. achmad
    26 Juni 2012 pukul 20:43 | #13

    Jadi kirakira berapa dana anuitas yang diperoleh perbulan jika setoran kita hanya rutin 50 ribu sebulan sampai 10 thn. Umursaya saat ini 43 thn rencana pensiun 53/55 tahun

    • 22 November 2012 pukul 23:06 | #14

      salam pak Har… Saya ikut BNI simponi sudah 9 tahun dan saldo skarang RP 70 juta. dengan iuran tidak tetap atau setiap bulan mesti setor. saya mau ambil saldo itu smuanya. yang saya tanyakan kira kira berapa rp nanti kalau sudah waktunya pensiun? saya rencana pensiun masih 11 tahun lagi. dengan usia 50 thn.

  7. ed
    10 Juli 2012 pukul 11:03 | #15

    bagai mana jika penyetor meninggal sebelum usia pensiun?

  8. 24 Juli 2012 pukul 15:14 | #17

    pak mau nanya berapa persen pajak yang mesti kita bayarkan setelah usia pensiun tercapai ?apakah dibawah 50 jt msh kena pajak ?, dan minta masukan dinilai dari resiko yang bagus ngambil paket 100% deposito atau paket 50% Depositodan 50 % obligasi

    • 11 Agustus 2012 pukul 18:03 | #18

      Sesuai dengan ketentuan Menkeu, Pajak akan dikenakan secara progresif, dengan tarif sbb. :

      Penghasilan Kena Pajak Tarif Pajak
      —————————————– ——————
      Sd Rp. 50 juta : 5%
      Rp 50 jt sd Rp. 250 jt : 15%
      Rp. 250 jt sd Rp. 500 jt : 25%
      Di atas Rp. 500 jt : 50%

      Apabila peserta Simponi tidak memiliki NPWP, maka besarnya pajak yang akan dikenakan 20% lebih banyak.

      Kalau saya boleh menyarankan, lebih baik memilih 50% deposito dan 50% obligasi, karena terdapat kecenderungan bunga deposito semakin kecil (saat ini hanya 5,5%) sedangkan obligadi masih cukup tinggi. Terdapat kecenderungan juga bahwa apabila bunga deposito turun, maka bunga obligadi akan naik. Jadi pilihan itu bisa menyeimbangkan pengembangan.

      Maaf baru sempat membalas.

  9. 11 Agustus 2012 pukul 16:14 | #19

    Mau tanya juga nih pak…
    Misalnya nomor rekening simponi saya pakai dan orang lain mentransfer ke nomor rekening simponi saya apakah bermasalah…?
    Bagaimana caranya jika saya ingin mengetahui saldo simponi secara online…?
    mengapa nomor rekening simponi tidak bisa didaftarkan pada paypal/payza/pay alert….?

    • 11 Agustus 2012 pukul 17:22 | #20

      1. Bisa, namun informasikan pada teller BNI bahwa rekan Anda akan menyetor ke nomor Simponi. Tapi kalau ditransfer dari Bank lain belum bisa.
      2. Nah kalau yang ini baru saja ada feature baru : Anda dapat mengetahui dan melakukan setoran melalui internet banking BNI. Saat ini baru terbatas di Internet Banking, nantinya bisa juga dilakukan melalui ATM dan SMS Banking. Silakan datang ke BNI terdekat untuk mendaftarkan feature ini.
      3. Rekening BNI Simponi adalah rekening khusus pensiun yang memang masih terbatas aksesnya, karena servernya pun terpisah dengan core banking BNI.

      • Yudi RD
        15 Mei 2013 pukul 15:34 | #21

        untuk jawaban pertanyaan No.1, bukannya selain auto debet kita juga bisa setor kapan saja ke rekening Simponi kita pak. apakah kalau penyetor nya selain nama kita harus kita Infokan ke Bank nya (walaupun sesama Bank BNI) ..??

      • 15 Mei 2013 pukul 15:49 | #22

        Ya … betul. Simponi tidak harus autodebet, boleh disetor manual. Tetapi demgan kesibukan seseorang saat ini, terkadang susah untuk tertib nyetor, lebih mudah dengan otodebet.

        Kalau untuk setor ke rekening simponi akan ditanya nomor dan nama rekening. Kalau setor manual, Penyetornya tidak harus sama dengan pemilik rekening.

  10. ADEX
    15 Agustus 2012 pukul 14:23 | #23

    Saya ingin menanyakan apakah bisa menutup rekening simponi, tapi saya sendiri masih sbg karyawan aktif? karena saat membuka rekening atas keinginan pribadi. Saya hampir 1,5 th tdk membayar iuran simponi. dan apakah saya bisa mengambil dana saya yang saat ini sbesar 9jt dengan mudah?

    • 15 Agustus 2012 pukul 18:21 | #24

      Kalau usia Anda saat ini sudah masuk kritria Pensiun dipercepat (10 tahun sebelum usia pensiun normal) maka seluruh saldo bisa diambil sekaligus. Tetapi kalau belum masuk usia pensiun dipercepat, hanya iuran yang bisa diambil sedangkan pengembangannya baru bisa diambil paling cepat 10 tahun sebelum usia pensiun normal

  11. adi
    24 September 2012 pukul 10:13 | #25

    selamat pagi. suami sy berniat ikut bni simponi dengan 500rb/bln dengan masa pensiun 50 thn. skrg sdh berusia 38 thn (jd kira2 12 tahun lagi). brpkah bunga dan pajak bila sy membeli anuitas setiap bulannya. (tolong disimulasikan ya pa)

    • 4 Oktober 2012 pukul 13:42 | #26

      Kalau mengacu kepada asumsi pengembangan di rekening saya saat ini sebesar 7,23% per tahun tetap selama mengiur, maka dari simulasi yang saya lakukan, dengan setoran Rp. 500 ribu per bulan, selama 12 tahun maka total iuran = Rp. 72,5 juta, akumulasi pengembangan Rp. 36,11 juta. Sehingga total akumulasi iuran + pengembangan = Rp. 108,62 juta.

      Jika pensiun normal dipilih usia 55 tahun (17 tahun mengiur), maka akumulasi iuran + pengembangan menjadi Rp. 184,41 juta

      • dedimulya
        14 Desember 2012 pukul 22:55 | #27

        Kecil amat, mending investasi di logam mulia, rate keuntungan 15%-20% per tahun, tidak kena pajak, yg beragama islam cukup tunaikan kewajiban zakat 2,5% per tahun jika telah mencapai 85 gram. Selamat Dunia Akhirat…

      • 15 Desember 2012 pukul 06:21 | #28

        Mas Dedi … Ada baiknya kita kembali ke topik, “Bagaimana berupaya mendapatkan pensiun di hari tua, dengan kondisi saat ini gaji yang terbatas”. Saya tidak sedang membicarakan jenis investasi.

        Gampangnya begini … mas Dedi bisa berinvestasi di emas karena telah memiliki uang lebih untuk berinvestasi. Nah, kalau untuk kebutuhan sehari−hari saja misalkan masih kurang, bagaimana mau investasi ? Nah … disinilah fungsi BNI Simponi : memberikan kesempatan investasi paling optimal, pada saat penghasilan bulanan yang terbatas.

        Sifat dari investasi adalah “high risk high return” dan pilihannya banyak, misal : tanah, saham, valas, dll. Saya setuju bahwa investasi emas adalah salah satu investasi yang menguntungkan. Namun khusus untuk investasi sebaiknya mengikuti saran “Jangan menaruh telur dalam satu keranjang”, karena harga emas juga fluktuatif. Bisa saja, pada saat sangat membutuhkan dana tunai, ternyata harga emas sedang turun. Akhirnya bukan keuntungan yang didapatkan tetapi malah kerugian.

  12. Yus
    2 Oktober 2012 pukul 11:31 | #29

    mau tanya nih:
    1. Pilihan produk pengembangan dana pensiun apa saja yang ditawarkan BNI Simponi?
    2. Mohon penjelasannya tentang produk anuitas dan perusahaan asuransi mana saja yang ditawarkan?
    Tks

    • 4 Oktober 2012 pukul 13:30 | #30

      1. Deposito dan obligasi. Kalau saat ini yang lebih banyak menguntungkan adalah obligasi. Hanya saja komposisinya yang tersedia adalah 50% deposito dan 50% obligasi.
      2. Pada prinsipnya BNI hanya berperan sebagai pengembang dana nasabah, sedangkan pilihan anuitas dan perusahaan asuransi menjadi hak nasabah untuk memilihnya. Tiga bulan sebelum usia pensiun normal, pihak BNI Simponi akan menghubungi nasabah untuk menyampaikan informasi bahwa nasabah akan pensiun normal. Nasabah diberikan keleluasaan untuk memilih bentuk anuitas dan perusahaan asuransi mana saja. Dapat saya infokan sekali lagi bahwa sesuai peraturan Menkeu terbaru, akumulasi iuran dan pengembangan yang bisa diambil sekaligus pada saat pensiun normal adalah dibawah Rp. 500 juta.

      Kabar lain yang perlu saya sampaikan adalah BNI Simponi saat ini bisa dilakukan inquiry dan setoran melalui Internet Banking dan SMS Banking. (ATM segera menyusul)

  13. vta
    1 Desember 2012 pukul 09:43 | #31

    pak, saya mau tanya
    Penghasilan Kena Pajak Tarif Pajak
    —————————————– ——————
    Sd Rp. 50 juta : 5%
    Rp 50 jt sd Rp. 250 jt : 15%
    Rp. 250 jt sd Rp. 500 jt : 25%
    Di atas Rp. 500 jt : 50%
    misal, waktu saya pensiun, uang dalam simponi saya 500 juta, jika saya memutuskan mengambil semua, brapa uang yang saya dapatkan? dipotong pajak nya 25%, apakah 375 juta? yang saya dapatkan bersihnya? terima kasih

    • 1 Desember 2012 pukul 11:12 | #32

      1. Jika usia anda sudah masuk Usia Pensiun Normal atau Pensiun Dipercepat, maka tarif yang dikenakan untuk saldo di atas Rp. 50 juta adalah hanya 5%.

      2. Jika usia belum mencapai pada point 1, maka dikenakan tarif pajak tidak langsung secara progresif.

  14. mulyaman
    12 Desember 2012 pukul 22:26 | #33

    pak saya mau tanya, misalkan saya ikut iuran yg 50.000 / bln dan pada tahun kedepannya saya tambah jadi 100.000 atau lebih, boleh atau tdk pak ? terimakasih

    • 13 Desember 2012 pukul 20:45 | #34

      Bisa sekali, silakan hubungi bagian Customer Service untuk meminta perubahan autodebet, jika menggunakan autodebet

  15. SARI NARULITA
    26 Desember 2012 pukul 22:05 | #35

    saya tertarik dengan dplk simponi BNI. segera tahun depan akan saya wujudkan

    • 27 Desember 2012 pukul 07:43 | #36

      Saya berpesan, rencanakan dan siapkan masa depan Anda dengan baik, meskipun kondisi keuangan Anda saat ini terbatas. Tidak ada yang akan memikirkan masa depan Anda kecuali Anda sendiri saat ini. Anda tidak harus menjadi pegawai Negeri untuk mendapatkan pensiun. Karena DPLK BNI akan membantu mewujudkannya.

      Usahakan untuk ikut DPLK lebih awal, karena dana Anda akan lebih banyak terkumpul. Apabila gaji atau penghasilan Anda bertambah, tambahkanlah pula setoran bulanan DPLK. Semoga masa depan Anda menjadi terjamin dan lebih tenteram.

  16. Andang Mulyana
    27 Desember 2012 pukul 18:50 | #37

    Saya mau tanya, apakah setoran ke Tabungan Simponi ini dibatasi per bulan. Bisakah setorannya sebulan beberapa kali dengan nilai yang bervariasi.

    • 28 Desember 2012 pukul 06:17 | #38

      Setoran Simponi tidak dibatasi baik frekwensi maupun nominalnya, sepanjang tidak menyalahi aturan terkait money laundry. Hanya saja hal seperti ini jarang ada yang melakukannya.

      Perlu diketahui bahwa saldo Simponi bersifat “lock” karena nasabah tidak bisa menarik dananya semudah seperti tabungan biasa.

      Kabar gembiranya, saat ini nasabah dapat inquiry dan setor Simponi melalui Internet Banking BNI.

  17. Andang Mulyana
    28 Desember 2012 pukul 09:24 | #39

    Bisa transfer/menyetor lewat ATM BNI ga

    • 23 Januari 2013 pukul 06:21 | #40

      Transfer melalui ATM BNI masih dalam tahap pengembangan. Yang sudah bisa dilakukan adalah inquiry dan setoran melalui Internet Banking BNI.

  18. faizal rizal
    22 Januari 2013 pukul 09:21 | #41

    bagaiman mengetahui saldo saya karena buku tabungan di pegang oleh perushaan saya hanya berbekal buku tabungan

  19. faizal rizal
    22 Januari 2013 pukul 09:23 | #42

    bagaimana cara mengetahui saldo tabungan karena buku tabungan di pegang oleh perushaan saya hanya berbekal no rekening ????????

    • 23 Januari 2013 pukul 06:27 | #43

      Minta copy halaman depan buku Simponi Anda, datang ke Customer Service membawa identitas diri, ceritakan kondisi Anda dan kebijakan perusahaan. Semoga CS bisa menginformasikan.

      Minta ke CS untuk mengaktifkan fasilitas e-banking untuk dapat inquiry dan setor melalui internet banking

  20. Dwi Ratna
    26 Februari 2013 pukul 06:35 | #44

    pengambilan/penarikan simponi setelah 2 tahun dapat diambil 4X dalam setahun, periode setahunnya Januari-Desember atau saat pertama kali melakukan penarikan? misal penarikan pertama bulan Feb, apakah periode setahunnya jadi Februari-Januari ?

    • 26 Februari 2013 pukul 08:01 | #45

      Periode setahunnya adalah Januari – Desember, tetapi perhitungan tetap mulai 2 tahun sejak pembukaan rekening dan jarak pengambilan minimal 1 bulan.

      • Dwi Ratna
        26 Februari 2013 pukul 12:26 | #46

        Wah… saya pernah ditolak di BNI cabang Cibubur, karena sudah 4X penarikan untuk periode Sept 2012 – Jan 2013, mereka bilang bisa diambil lagi nunggu Sept 2013, yang benar yang mana ya?

      • 26 Februari 2013 pukul 12:53 | #47

        Wah … berarti cabang Cibubur yang benar, karena terus terang saya tidak menguasai teknis di operasional. Sistem komputer secara otomatis akan menolak transaksi jika sesuai dengan ketentuan.

  21. dimas
    8 Maret 2013 pukul 09:47 | #48

    kalo dana akhir penutupan 500jt diambil tiap bulan berapa…?

    • 9 Maret 2013 pukul 21:51 | #49

      Terus terang saya atau BNI tidak bisa menjawab. Dapat saya sampaikan bahwa dalam hal Simponi, BNI hanya berfungsi sebagai penerima amanah untuk mengembangkan dana peserta seoptimal mungkin.

      Setelah memasuki masa pensiun, apabila total dana peserta peserta kurang dari Rp. 500 juta, maka peserta dapat mengambil sekaligus dananya sesuai ketentuan yang berlaku.

      Jika total dananya lebih dari Rp. 500 juta, maka diharuskan untuk memilih / menentukan perusahaan asuransi yang memiliki program anuitas pensiun. Nah, Anda bisa menawarkan kepada perusahaan asuransi mana saja yang bisa memberikan feature anuitas terbaik bagi Anda.

  22. aris
    9 Maret 2013 pukul 11:10 | #50

    Pak apa bisa usia pensiun yang ditetapkan dirubah misalnya 45th dirubah menjadi 55th dan apakah setor melalui atm sudah bisa saat ini

    • 9 Maret 2013 pukul 21:54 | #51

      Mengubah usia pensiun sepertinya bisa, coba datang ke Customer Service BNI terdekat dan sampaikan keinginan Anda.

      Hingga saat ini setoran (dan inquiry) BNI Simponi di ATM masih dalam tahap pengembangan. Inquiry dan setoran menggunakan fasilitas e-Banking baru bisa dilakukan melalui Internet Banking, namun sebelumnya harus mendaftarkan di Customer Service BNI.

  23. adjay
    13 Maret 2013 pukul 10:43 | #52

    kalo saldo dana waktu pensiun diatas 500jt masuk anuitas. Mohon penjelasan pembayaran perbulan yang kita terima berapa…?

  24. SARI NARULITA
    8 April 2013 pukul 17:27 | #54

    mo nanya nih pak, saya nyetor 500.000 rupiah perbulan untuk pensiun sampai umur 50 tahun, dan pilihan pengembangannya 50 % deposito dan 50% obligasi berapa ya diterima nanti, terus kalau setorannya diperkecil bisa gak. terimakasih banyak atas bantuannya

    • 10 April 2013 pukul 16:19 | #55

      Saya tidak bisa menjawab atau membuat simulasi, karena tidak tahu usia Ibu saat ini. Saldo BNI simponi tergantung besar dan lamanya iuran.

      Kalau mau mengurangi iuran, bisa, tinggal meminta perubahan autodebet ke Customer Service BNI. Hanya saja, jarang yang melakukannya. Kebanyakan nasabah, justru menambah iurannya seiring dengan bertambahnya gaji

  25. Vanessa
    30 April 2013 pukul 13:15 | #56

    Selamat siang Pak Suhartono, saya bekerja disebuah perusahaan swasta, ingin bertanya mengenai BNI Simponi. Saya sendiri adalah nasabah BNI Taplus, saya berencana awal bulan Mei 2013 ini saya ingin bergabung dalam BNI Simponi. Apa saja syarat pembukaan rek BNI Simponi tersebut?
    Saya juga berencana mendaftarkan kedua orang tua saya, ayah (profesi karyawan swasta) sedangkan ibu (rumah tangga saja), apakah bisa di ikutkan BNI Simponi tanpa harus menjadi nasabah program Simpanan (seperti BNI Taplus) untuk kedua orang tua saya yang saat ini sudah berusia sekitar 45-50 th?
    Dan mohon informasinya berapa usia maksimum pensiun yang ditawarkan oleh BNI Simponi, sedangkan minimumnya 45 tahun.
    Terima kasih banyak pak..:)

    • 3 Mei 2013 pukul 11:18 | #57

      1. Syarat pembukaan rekening BNI Simponi : Fotokopi KTP, Kartu Keluarga, mengisi formulir dan setoran awal Dp. 250 ribu.

      2. BNI Simponi bisa dibuka tanpa membuka rekening BNI Talus, hanya saja harus disetor manual. Karena setoran autodebet hanya diizinkan apabila nama rekening BNI Simponi dan BNI Talus sama.

      3. Usia maksimum 70 tahun

    • 3 Mei 2013 pukul 11:38 | #58

      1. Syarat pembukaan rekening BNI Simponi adalah : Foto copy KTP / SIM, foto copy Kartu Keluarga, mengisi formulir dan setoran awal Rp. 250 ribu.

      2. Peserta BNI Simponi bisa membuka rekening tanpa harus memiliki rekening BNI Taplus. Hanya saja, setoran harus dilakukan secara manual karena BNI tidak mengijinkan autodebet dengan kondisi nama BNI Taplus berbeda dengan BNI Simponi.

      3. Usia maksimum kepersertaaan adalah 70 tahun.

  26. 30 April 2013 pukul 15:27 | #59

    Bpk. Suhartono yg terhormat.
    Saya beserta Istri mengikuti BNI Simponi perorangan, rencana akan kami ambil sebagian untuk modal usaha. Bagaimana syaratnya dan apakah hrs ada surat berhenti kerja (sepertinya kok wajib). Dan apakah harus di cabang sesuai di buku tabungan? Matur Nuwun

    • 3 Mei 2013 pukul 11:48 | #60

      Penarikan dapat dilakukan dengan syarat sebagai berikut :

      a. Sebanyak-banyaknya 4 (empat) kali dalam satu tahun masa kepesertaan dengan tenggang waktu masing-masing penarikan minimal 31 (tigapuluh satu) hari;

      b. pada setiap kali penarikan setinggi-tingginya 10 % (sepuluh persen) dari akumulasi Iuran;

      c. jumlah dana yang ditarik tidak termasuk hasil pengembangan dan dana yang dialihkan dari Dana Pensiun Pemberi Kerja serta Dana Pemberi Kerja.

      Kalau akan mengambil saldo seluruhnya, baru dapat dilakukan paling cepat 10 tahun sebelum usia pensiun normal (Pensiun dipercepat) dengan membuat surat pernyataan berhenti mengiur dengan disebutkan alasannya.

  27. julia
    1 Mei 2013 pukul 16:03 | #61

    Mau bertanya pak, apakah bisa jika seandainya saya ingin mendaftarkan kedua orang tua saya untuk ikut BNI Simponi sedangkan kedua orang tua saya tidak memiliki tabungan Taplus BNI?

    • 3 Mei 2013 pukul 11:49 | #62

      Bisa, tetapi setorannya harus manual. Karena setoran autodebet hanya diizinkan apabila nama rekening BNI Simponi dan BNI Taplus adalah sama.

  28. budie
    1 Mei 2013 pukul 17:04 | #63

    Mendengar penjelasan mengenai BNI Simponi, saya jadi tertarik untuk bergabung. Saya berprofesi sebagai pegawai swasta dan sudah berumur 48 tahun, apakah saya bisa mendaftar BNI Simponi? Jika bisa, mohon informasi dari Bapak, berapa batas usia minimal dan maksimal pensiun untuk program BNI Simponi?

  29. aswar aziz
    3 Mei 2013 pukul 10:33 | #65

    salam pak.
    saya adalah karyawan sebuah perusahaan, dmna sy ikut program bni simphoni dn iurannya dibayarkan oleh pihak perusahaan sebanyak 600.000, umur saya 25 tahun, jika sy pensiun pada umur 45 tahun.. berapa dana pensiun yg saya terima setelah dikurangi pajak dn lain2. trima kasih pak.

    • 3 Mei 2013 pukul 11:56 | #66

      Dengan asumsi pengembangan saat ini sebesar 7,03%, apabila Bapak Aswar saat ini berusia 25 tahun, akan pensiun saat 45 tahun dengan setoran Rp. 600 ribu / bulan, maka :

      1. Akumulasi iuran = Rp. 144.600.000,-
      2. Pengembangan = Rp. 149.490.421,-
      3. Total = Rp. 294.090.421,-

  30. 3 Mei 2013 pukul 16:07 | #67

    Oh ya … jika sebelumnya maintenence kepesertaan autodebet BNI Simponi harus dilakukan di Kantor Pusat Jakarta, maka saat ini setting autodebet BNI Simponi dapat dilakukan di seluruh outlet BNI. Akan lebih mudah, praktis dan ada kepastian setoran rutin dengan adanya autodebet.

  31. 14 Mei 2013 pukul 16:27 | #68

    Pak saya mau tanya KTP saya Jawa Tengah, dan saya sekarang bekerja di DKI Jakarta apakah saya bisa buka di Cabang BNI di Jakarta, atau sesuai alamat di KTP dan apakah bisa proses pencairan nya di seluruh cabang BNI..
    Makasih atas jawaban nya

    • 14 Mei 2013 pukul 17:28 | #69

      Lebih baik jika pembukaan rekening dilakukan sesuai KTP domisilinya. Kalau pencairan bisa dilakukan di seluruh cabang BNI. Jangan lupa buka rekening tabungan dan sekaligus minta dilakukan otodebet untuk mempermudah iuran.

      Selamat merencanakan masa depan …

  32. viano
    20 Mei 2013 pukul 21:10 | #70

    Pak, saya mau tanya berapa lama minimal masa kepesertaan simponi? apakah apabila saya sekarang berumur 45 th dan rencana pensiun pada usia 50 th, dalam jangka waktu yang singkat (5 th) saya tetap bisa mengikuti BNI Simponi ini?

  33. Siti Rizkiah
    4 Juni 2013 pukul 09:13 | #72

    Pak, saya mau tanya.., apakah total dana (iuran + hasil pengembangan) itu dianggap penghasilan… yang pada saat pencairan dana penuh/seluruhnya akan dikenakan pajak ?
    1. Kalau jawabannya “ya” menurut saya tentu itu adalahan pembodohan, logikanya yang dikatakan penghasilan adalah hasil pengembangannya seperti pada deposito tidak termasuk kumulatip iuran.
    2. Kalau jawabannya “tidak” dalam artian hanya dana hasil pengembangannya saja yang dikenakan pajak maka sama saja dengan deposito, cuma yang membedakan adalah potongan pajak yang ditunda.
    3. Total dana DPLK BNI saya saat ini adalah sekitar Rp. 404.000.000, sejak tahun 2004 saya sudah tidak kerja/tdk berpenghasilan, dan NPWP ikut suami.
    Untuk No.1 & 2 tolong kasih pencerahan, dan untuk nomor 3. saya mohon pada bapak untuk kasih ilustrasi, berapa besar dana yang akan saya terima kalo dicairkan penuh?

  34. 7 Juni 2013 pukul 14:26 | #73

    Maaf … agak lama menjawabnya karena saya harus konsultasi terlebih dahulu ke kantor pusat saya. berikut penjelasannya ….

    Uang manfaat pensiun adalah bukan simpanan deposito atau tabungan. Uang manfaat pensiun adalah penghasilan dan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh berupa manfaat pensiun dikenai PPh 21 yang bersifat final. Hal ini sudah sangat jelas sesuai PP No. 68 tahun 2009.

    Jika seluruh dana akan dicairkan penuh, dengan syarat bahwa peserta telah memasuki usia pensiun dipercepat (10 tahun sebelum usia pensiun normal) atau pensiun normal (sesuai pilihan usia pensiun pada saat membuka rekening), maka tarif pajak yg dikenakan adalah pajak PPh 21 final yaitu : Tarif PMK No. 16/PMK.03/2010 dan Peraturan Pemerintah No. 68 / 2009 Pasal 5 :

    Lapisan Penghasilan Kena Pajak Tarif Pajak
    —————————————— —————–
    s/d Rp. 50.000.000,00 0%
    > Rp. 50.000.000,00 5%

    Dengan demikian, jika saldo total BNI Simponi Ibu Siti Rizkiah saat ini adalah Rp. 404 juta, maka perkiraan rincian perhitungannya adalah sbb. :

    1. Total Dana (Iuran + Pengembangan) = Rp. 404.000.000,-
    2. Biaya Administrasi = 12 x Rp. 1.500,- = Rp. 18.000,- (-)
    3. Biaya kelolaan dana = 0,85% x Rp. 404.000.000,- = Rp. 3.434.000,- (-)
    4. Total Dana – Biaya = Rp. 400.548.000,-
    5. Pajak Final = 5% x Rp.(400.548.000 – 50.000.000),- = Rp. 17.527.400,- (-)
    6. Dana yang diterima bersih = Rp. (400.548.000 – 17.527.400),- = Rp. 383.020.600,-

    Catatan :

    1. Jika wajib pajak tidak memiliki NPWP, maka nilai pajaknya lebih tinggi 20%.
    2. Untuk dana > Rp. 500 juta, peserta diwajibkan membeli anuitas sebesar 80% sedangkan dana 20% dapat diambil lumpsum. Untuk pembelian anuitas dapat menunjuk asuransi jiwa yang menjual produk anuitas seperti : Asuransi Jiwasraya, Asuransi Bumiputera, Asuransi Tugu Mandiri dan Asuransi Bringin Life.

    Demikian semoga bermanfaat.

  35. anton
    13 Juni 2013 pukul 02:27 | #74

    bisakah bapak jelaskan berapa pendapatan/pensiunan bulanan yang diterima kalau seandainya pada saat saya mencapai masa/umur pensiun (45) jumlah dana (iuran+pengembangan) Rp.100.000.000,-….

    • 19 Juni 2013 pukul 14:00 | #75

      Kalau yang ini saya tidak bisa menjelaskan, karena sudah masuk ke ranah anuitas, dimana hanya pihak asuransi yang bisa menjelaskannya. Terima kasih

  36. WAWAN
    24 Juni 2013 pukul 15:50 | #76

    Mohon informasi untuk perhitungan apabila saat ini umur 35 tahun dan pensiun umur pada saat 56 tahun berapa dana pensiun yang diterima, apabila setoran tiap bulannya sebesar 500.000 ribu. Trims

    • 24 Juni 2013 pukul 16:10 | #77

      Dengan asumsi pengembangan sama dengan saat ini (7,13% per tahun), maka perkiraan saldo sbb. :

      Total iuran = Rp. 126.500.000,-
      Total pengembangan = Rp. 136.173.023,-

      Total iuran + Pengembangan = Rp. 262.673.023,-

      Jika dana diambil seluruhnya pada saat pensiun normal usia 56 tahun, maka dikenakan pajak final Rp. 10.521.115,- sehingga terima bersih Rp. 249.91.187,-

      • hendrie
        30 Juni 2013 pukul 20:21 | #78

        salam hormat
        a. pak,sy dan istri tertarik dgn bni simponi mohon bantuannya untuk menghitungkan hasil tab simponi bila simpanan awal 5 juta dan tiap bulan sy tabung 900rb selama 15 thn.sedang tuk istri simpanan awal 5 juta dan tiap bulan istri sy tabung 600rb selama 20 thn.
        b. pak apakah inflasi mempengaruhi kenaikan persentase investasi pengembangan.

        terima kasih
        hendrie

      • 1 Juli 2013 pukul 09:18 | #79

        a. Dengan asumsi pengembangan saat ini 7.16% per tahun, perkiraan dana yang terkumpul sebagai berikut :

        a.1. Untuk Anda
        Akumulasi Iuran = Rp. 167.000.000,-
        Akumulasi Pengembangan = Rp. 114.370.346,-
        Total akumulasi iuran dan pengembangan = Rp. 281.370.346,-
        Biaya adm dan kelolaan di akhir tahun kepesertaan = Rp. 2.409.648,- (-)
        Pajak final 5% x (Rp. 281.370.346,- – Rp. 50.000.000,-) = Rp. 11.448.035,- (-)
        Total Dana Bersih = Rp. 267.512.663,-

        a.2. Untuk Istri Anda
        Akumulasi Iuran = Rp. 149.000.000 ,-
        Akumulasi Pengembangan = Rp. 155.662.298,-
        Total akumulasi iuran dan pengembangan = Rp. 304.662.298,-
        Biaya adm dan kelolaan di akhir tahun kepesertaan = Rp. 2.607.630 ,- (-)
        Pajak final 5% x (Rp. 304.662.298,- – Rp. 50.000.000,-) = Rp. 12.602.733 ,- (-)
        Total Dana Bersih = Rp. 289.451.935 ,-

        b. Inflasi akan berpengaruh, tetapi tidak secara langsung, karena biasanya kalau inflasi tinggi suku bunga bank juga akan tinggi dan hal itu akan berdampak kepada pengembangan dana khususnya jika posri pilihan investasi ada di deposito.

        Oh ya … mulai bulan Juni 2013, pilihan investasi Simponi semakin beragam, selain deposito dan obligasi, ada juga pilihan :

        Paket 14 : 50% (Deposito Syariah, Pasar Uang Syariah dan atau obligasi Syariah) 50% Reksadana Syariah
        Paket 15 : 50% (Deposito / Pasar Uang) dan 50% (Rekasada dan atau Saham)
        Paket 16 : 50% Obligasi dan 50% (Reksadana dan atau Saham)

        Pilihan paket investasi dapat diganti setiap setahun sekali dan selalu ada prinsip “High Risk High Return”. Pasar Uang, saham dan reksadana adalah salah satu intrument investasi yang memiliki risiko tinggi namun juga menjanjikan peluang imbal balik investasi yang lebih menggiurkan. Apabila memilih paket investasi tersebut di atas, ada peluang mendapatkan pengembangan yang lebih baik dan lebih tinggi dari yang saya terima saat ini sebesar 7.16% per tahun, karena hanya berasal dari deposito dan obligasi yang merupakan pilihan yang tradisonal dan aman.

  37. 14 Juli 2013 pukul 13:34 | #80

    pak suhartono saya mau tanya nih:
    1. Pada saat usia pensiun sudah tiba, apakah akan diberiakan setiap bulan?
    2. jika form yang diisikan usia 50 tahun tetpi si peserta hidup sampai usia 90 tahun, apakah akan diberikan sampai usia 90 tahun itu?
    3. jika ada kenaikan gaji sperti halnya PNS, apakah dana simponi juga ikutan naik untuk di berikan setiap bulannya pada peserta?
    4. berpakah dana pensiun yg akan di terima oleh peserta jika usia yang di sepakati sudah tiba?
    mohon pencerahannya bapak…

    • 15 Juli 2013 pukul 07:55 | #81

      1. Jika Anda membeli anuitas pada Perusahaan Asuransi Jiwa, maka Anda akan berkesempatan untuk mendapatkan pensiun seperti pegawai negeri : diberikan kepada peserta sampai meninggal dunia, janda / dudanya sampai meninggal dunia dan anaknya sampai dengan usia 25 tahun. Dalam hal ini BNI hanya sebagai pihak yang menerima dan mengembangkan dana nasabah, sedangkan yang bisa memberikan anuitas adalah perusahaan asuransi jiwa.

      2. Misalkan pada saat membuka rekening BNI Simponi, Anda mengisi di formulir bahwa akan pensiun pada usia 50 tahun, maka Anda mempunyai kewajiban untuk mengiur sampai dengan usia tersebut. Setelah memasuki usia 50 tahun Anda berhak untuk mendapatkan pensiun. Jika dana kurang dari Rp. 500 juta, bisa diambil sekaligus. Jika lebih dari Rp. 500 juta, maka Anda harus membeli anuitas di perusahaan asuransi dan akan mendapatkan pensiun seperti pegawai negeri (seperti dijelaskan pada point 1 di atas).

      3. He he he … nggak lah. Sumber pensiun PNS adalah anggaran negara. Jika negara memberikan tambahan pensiun, itu menjadi bagian dari APBN. Tetapi sumber pensiun Anda adalah berasal dari iuran yang anda setor setiap bulan.

      4. Jumlah dana pensiun peserta yang akan diterima jika telah memasuki usia pensiun tergantung dari jumlah iuran per bulannya, lamanya mengiur dan pilihan investasinya. Saya bisa membuat simulasi, jika Anda menyebutkan iuran per bulan dan lamanya mengiur.

  38. julis
    6 September 2013 pukul 16:16 | #82

    Selamat siang pak, saya mau minta bantuan bapak untuk memperhitungkan simulasi simponi saya. Saya termasuk baru menjadi anggota BNI simponi dimulai pada bulan Mei 2013 kemarin. Saat ini saya berusia 22 tahun dan usia pensiun yang saya pilih adalah 45 tahun. Perbulan saya membayar Rp 200.000,-.. Terima kasih

    • 6 September 2013 pukul 17:53 | #83

      Kalau dengan kondisi pengembangan saat ini sekitar 7,13% per tahun, pada usia 45 tahun, Saldo iuran Rp. 55.400.000,-. Saldo pengembangan Rp. 68.298.596,- sehingga total Rp. 123.698.596,- dikurangi biaya di tahun terakhir Rp. 1.051.438,- menjadi Rp. 122.629.158,-

      Jika pensiun normal di usia 45 tahun akan dikenakan pajak final 5% x (122.629.158 – 50.000.000) = Rp. 118.997.700,-

  39. Mayang Tsamrotul Qolbi
    16 September 2013 pukul 17:08 | #84

    Pak Suhartono, mohon penjelasan tentang pajak klaim penutupan simponi?

    • 16 September 2013 pukul 17:20 | #85

      Mudahnya adalah sbb. :

      1. Jika peserta pensiun sesuai dengan jadwal (normal) maka pajak yang akan dikenakan hanya 5% dari total dana di atas Rp. 50 juta.

      Maksudnya, jika total dana kurang dari Rp. 50 juta, maka bebas pajak.

      Jika total dana lebih dari Rp. 50 Juta, maka akan dikenakan pajak sebesar 5% x (Total Dana – Rp. 50 juta).

      2. Jika pengambilan dana dilakukan sebelum pensiun normal, maka akan dikenakan pajak progresif yang besarnya sbb. :

      5% untuk penarikan < Rp. 50 juta
      15% untuk sisa saldo < Rp. 250 juta
      25% untuk sisa saldo Rp. 500 juta

  40. yani
    20 September 2013 pukul 10:57 | #86

    apa bisa merubah usia pensiun dari 55 tahun menjadi 45 tahun ? usia saya 31 tahun, jika setiap bulan saya setor 500 ribu berapa uang yang saya terima jika ikut 55 tahun / 45 tahun ?

    • 17 Oktober 2013 pukul 08:58 | #87

      Usia pensiun tidak bisa diubah, namun Yani bisa pensiun dipercepat jika telah masuk 10 tahun sebelum usia pensiun normal. Hak-hak pensiun dipercepat sama dengan pensiun normal, hanya saja karena iuran dan pengembangan berkurang 10 tahun, jadi akumulasi iuran dan pengembangan pensiun dipercepat menjadi sedikit.

      Jika dengan asumsi pengembangan tetap selama mengiur adalah 7,16% per tahun, iuran Rp. 500 ribu per bulan dan usia saat ini 31 tahun, maka :

      1. Jika pensiun di umur 55 tahun, akumulasi dana bersih dari iuran dan pengembangan = Rp.319.832.021,-

      2. Jika pensiun di umur 45 tahun (pensiun dipercepat = 10 tahun sebelum usia pensiun normal), akumulasi dana bersih iuran dari iuran dan pengembangan = Rp. 129.952.099,-

  41. 8 Oktober 2013 pukul 10:00 | #88

    Pak saya sudah mau mencairkan danaku di bni krn posisinya pensiun dini,,,tpi udah mau sebulan kok blm ada kabarnya ya… bukannya prosesnya hanya 2 minggu??? apa ada contact person yang bisa saya hubungi??? terima kasih

    • 8 Oktober 2013 pukul 10:10 | #89

      Coba telepon ke 021.2511946 ext 2496 DPLK BNI Bagian Pengelolaan Klaim.

      Siapkan informasi nomor rekening dan Nama rekening DPLK, informasi nama outlet BNI yang mengurus pencairan DPLK dan perkiraan tanggal pengiriman dokumen.

      Penting juga untuk menanyakan ke outlet BNI yang mengurus pencairan DPLK, mungkin mereka lupa menyurati ke kantor pusat BNI.

    • 8 Oktober 2013 pukul 10:19 | #91

      Sukur kalau bisa tahu nomor dan tanggal surat pengantar dari outlet BNI ke kantor pusat BNI. Itu akan mempermudah pelacakan dan mengatasi permasalahan yang terjadi.

      • 13 Oktober 2013 pukul 23:48 | #92

        Yth. Bapak Duhartono utama
        saya mau nanya, brp jumlah uang yg saya terima.
        saya skg umur 23 tahun. saya pensiun umur 50 tahun dan iuran saya 100.000/bulan
        brp jumlah yg akan saya terima pak.
        mohon penjelasannya.

  42. 17 Oktober 2013 pukul 08:51 | #93

    Yth. Ibu Natal Kristian.

    Dengan asumsi pengembangan selama 27 tahun tetap 7,16%, maka :
    Akumulasi Iuran : Rp. 32.500.000,-
    Akumulasi Pengembangan : Rp.51.823.587,-
    Total akumulasi Iuran dan Pengembangan : Rp. 84.323.587,-

    Biaya adm dan pengelolaan dana tahun terakhir Rp. 734.750,- (-)
    Dana setelah dikurangi biaya di atas Rp. 83.588.836,-

    Jika pensiun normal maka :

    Pajak final = 5% x (Rp. 83.588.836,- – Rp. 50.000.000,-) = Rp. 1.679.442,- (-)
    Total Dana Bersih = Rp. 83.588.836,- – Rp. 1.679.442,- = Rp. 81.909.394,-

  43. Jacky Sapulette
    18 Oktober 2013 pukul 00:05 | #94

    Usia anda saat ini : 26 Tahun
    Rencana usia pensiun anda : 56 Tahun
    Masa Kepersertaan : 30 Tahun
    Simpanan awal : Rp. 250.000
    Iuran Bulanan : Rp. 250.000
    Total akumulasi dana pada saat pensiun : Rp. 485.515.196

    yth pak suhartono, saya mencoba simulasi BNI simponi dan hasilnya demikian.
    yg saya mau tanyakan, berapa dana bersih yang akan saya terima kelak. setelah di potong pajak.
    kan <500juta bisa di ambil sekaligus??
    trims.

  44. Jacky Sapulette
    18 Oktober 2013 pukul 00:18 | #95

    oh iya, mau tanya lagi pak..
    pada saat mengajukan bni simponi.

    umur saya 26 tahun,
    apakah bisa mengajukan pensiun 45 tahun atau 35 tahun???

    atau ada ketentuan umur batas minimal dan maksimal pengajuan umur pensiun??
    trims

    • 18 Oktober 2013 pukul 04:54 | #96

      Coba scroll ke atas, di komentar saya sebelumnya ada pertanyaan mengenai itu.

      Maaf saya saat ini menggunakan HP untuk menjawab, jadi nggak bisa melihat secara penuh

  45. Jacky Sapulette
    18 Oktober 2013 pukul 07:43 | #97

    oke pak.

    singkatnya pak, tolong hitung simulasi simponi saya, usia 26 tahun, rencana pensiun 56 tahun, setoran perbulan 250.000.
    berapa yang saya terima yah pak?
    trims

    • 18 Oktober 2013 pukul 07:57 | #98

      Dengan asumsi pengembangan sebesar 7,16% per tahun tetap selama 30 tahun, iuran sebesar Rp. 250 ribu per bulan, pensiun umur 56 tahun, maka :

      Akumulasi iuran : Rp. 90.250.000,-
      Akumulasi Pengembangan : Rp. 176.386.013,-
      Total akumulasi iuran dan pengembangan : Rp. 266.636.013,-

      Biaya administrasi tahun terakhir : Rp. 2.266.406,- (-)
      Dana dikurangi biaya : Rp. 264.351.607,-

      Pajak final 5% x (264.351.607-50.000.000) = Rp. 10.717.580,- (-)
      Total Dana Bersih : Rp. 253.634.027,-

  46. Jacky Sapulette
    18 Oktober 2013 pukul 11:33 | #99

    mohon maaf pak.
    berarti simulasi BNI Simponi di situs BNI tidak akurat yah.
    perhitungannya mencapai 485 juta.

    trims

    • 18 Oktober 2013 pukul 11:37 | #100

      He he he … beda asumsi mas Jacky. Kalau di situs BNI menggunakan asumsi pengembangan yang optimistis sebesar 10%, sedangkan saya menggunakan asumsi realistis di 7.16%

    • 18 Oktober 2013 pukul 11:40 | #101

      Apakah asumsi itu salah ? Tidak juga. Kalau pilihan investasi misalnya saham, ada kemungkinan mendapatkan pengembangan yang besar. Tetapi juga ada kemungkinan malah lebih kecil.

  47. Jacky Sapulette
    18 Oktober 2013 pukul 13:14 | #102

    oh iya pak. terima kasih untuk penjelasannya.

  48. Jacky Sapulette
    18 Oktober 2013 pukul 13:22 | #103

    pak, mau tanya,
    kalau forum seperti bgni. tapi untuk BNI tapenas.
    ada gak ya pak>??
    trims

  49. 19 Oktober 2013 pukul 04:01 | #105

    Sy punya rekening simponi sebesar 6 jt. Pada saat ini usia sy 35 th. Sy mau proses pencauran cpt, krn sdh keluar krj. Tp ternyata yg saya terima sktr 2,8 jt, sy merasa dirugikan, krn menurut perhitungan tidak akan sekecil itu

    • 19 Oktober 2013 pukul 05:30 | #106

      Kemungkinan besar, Mirna masuk katagori pensiun ditunda. Yang bisa diambil di awal adalah hanya iurannya setelah dipotong pajak (Rp. 2,8 jt) sedangkan sisanya (Rp.3,2 jt) adalah pengembangannya yang baru bisa dicairkan setelah memasuki usia pensiun dipercepat.

      Dana itu tetap akan dikembangkan oleh unit DPLK BNI. Kalau boleh saya minta informasi nomor rekening Simponinya. Saya akan lihat rinciannya melalui nomor rekening itu di sistem BNI.

      Sekali lagi saya sampaikan bahwa Simponi bukan tabungan biasa yang bisa dicairkan setiap saat, tetapi tabungan pensiun yang seharusnya baru dicairkan pada saat telah memasuki pensiun normal, seperti pilihan peserta pada saat mengisi formulir.

  50. Jacky Sapulette
    19 Oktober 2013 pukul 07:19 | #107

    trims pak.

    tapenas selama 6 tahun, dengan iuran sebesar 1.000.000 perbulan. berapa yang akan di terima setelah jauth tempo pengambilan yah pak.?

  51. 22 Oktober 2013 pukul 14:30 | #109

    siang pak, saya ikut meramaikan menjadi nasabah simponi BNI sejak thn 2009 berarti sekarang sudah 4 tahun. Usia saat ini 29 thn, bila saya ingin menutup simponi di tahun 2013 ini atau 2014 dapatkah saya mendapat full dana beserta pengembangannya?
    Terima kasih bantuannya

    • 22 Oktober 2013 pukul 14:43 | #110

      Dulu waktu mengisi formulir pembukaan rekening simponi mengisi usia pensiunnya berapa ?

      Anda hanya bisa mendapatkan dana secara full jika telah memasuki usia pensiun dipercepat atau 10 tahun sebelum usia pensiun normal.

      Jadi yang menentukan apakah seluruh dana bisa diambil sekaligus seluruhnya bukan jumlah tahun mengiurnya, tetapi usia pensiun normal yang telah dipilih.

  52. agung sri wahyudi
    1 November 2013 pukul 11:21 | #111

    Mohon infonya sebenarnya berapa lama sih pencairan Dana DPLK simponi, karena saya mengajukan pemutusa dana DPLK SIMPONI karena saya sudah keluar kerja tapi 1 minggu pengajuan tetap saja belum masuk ke rekining

    • 1 November 2013 pukul 11:33 | #112

      Saya bukan pemroses pencairan BNI Simponi milik Agung. Jadi nggak bisa menjelaskan apakah permasalahan yang menyebabkan pencairan tersebut terhambat.

      Silakan menanyakannya ke outlet BNI di mana Agung mengajukan pencairan BNI Simponi.

      Ada banyak sebab, misal pengetahuan petugas BNI yang belum semuanya mengerti seluk beluk BNI Simponi, kekurangan data administrasi atau masalah pengiriman berkas oleh kurir.

      Atau coba silakan menghubungi Pengelolaan Klaim DPLK BNI di 021.2511946 ext 2406

  53. hendrie
    3 November 2013 pukul 08:06 | #113

    pak sy mo nanya untuk memastikan memgenahi proses penutupan bni simponi.disebutkan salah satu syarat menunjukkan ktp.yg ingin sy tanyakan bagaimana kalo ktp saat pembukaan simponi beda alamat dgn saat penutupan.krn sy selalu pindah alamat pekerjaan.trima kasih.

  54. hendrie
    3 November 2013 pukul 09:18 | #115

    pak mohon infonya tentang syarat penutupan bni simponi.disebutkan salah satu syarat penutupan adalah menunjukkan ktp.bagaimana kalo ktp untuk penutupan itu beda alamat dengan waktu pembukaan simponi.hal ini krn sy selalu pindah alamat krn pekerjaan.trus waktu terjadi perubahan di ktp apa harus segera hubungi bni.mksh.

  55. 10 November 2013 pukul 12:10 | #117

    klu dana pensiunnya <500jt, ap bs membeli anuitas di perusahaan asuransi jiwa pak?

    • 10 November 2013 pukul 12:15 | #118

      Jika dana kurang dari Rp. 500 juta, peserta bisa mengambil dana sekaligus atau membeli anuitas.

      Jika dana lebih dari Rp. 500 juta, peserta harus membeli anuitas, tetapi tetap bisa mengambil dana sekaligus maksimum 20%.

  56. Dwi Pudjiwanti
    11 November 2013 pukul 05:21 | #119

    Selamat pagi, .Pak Suhartono
    alhamdulillah saya bru ikut dplk bni. Usia saya 36 th bln mei kemaren. Ikut simponi mulai agustus 2013. Iuran per bulan 100 rb. Usia pensiun 56 thun. Saya punya NPWP. Mohon perkiraanya, .pak, .berapa dana yg akan saya terima wkt pensiun. Terima kasih. .

    • 11 November 2013 pukul 14:35 | #120

      Saat ini pengembangan Simponi naik cukup besar menjadi sekitar 8% karena bunga deposito naik.

      Dengan asumsi pengembangan selama 20 tahun tetap sebesar 8%, dengan iuran Rp. 100 ribu, maka total dana Dwi pada saat pensiun sekitar Rp. 52 juta.

  57. 12 November 2013 pukul 12:41 | #121

    untuk ketentuan no 9. “Setelah dua tahun masa kepesertaan bisa menarik dana 10 %dari total iuran, 4 kali dalam 1 tahun, dan jarak pengambilan minimal 1 bulan.” apakah ada kosekuensi yang ditanggung oleh nasabah… misal dana yg tertera saat ini di buku tabungan simponi 15jt… dan ketika diambil 10%nya apakah dikenai biaya denda ato pajak dll ??? terimakasih…

    • 12 November 2013 pukul 13:07 | #122

      Ya … pengambilan tunai sebelum waktunya akan dikenakan pajak. Ingat bahwa nominal yang bisa diambil adalah hanya 10% dari TOTAL IURAN bukan berfasarkan Saldo akhir BNI Simponi.

      Perlu disampaikan lagi bahwa kepesertaan BNI Simponi sebenarnya bersifat lock. Tidak bisa diambil sewaktu-waktu, karena dimaksudkan untuk hari tua, kecuali ada hal yang sangat mendesak.

  58. hari
    12 November 2013 pukul 13:12 | #123

    salam,
    sy skrg umur 19thn alamdulillah sdh kerja di suatu perusahaan.
    berpikir utk buka BNI simponi dgn iuran awal 50rb dan iuran bulanan 100rb. misal sy pensiun usia 50thn dikatakan masa BNI simponi saya 30thn. kira-kira berapa pensun yg akan saya terima? (dengan NPWP dan jika tidak ada NPWP) dan jika NPWP saya nyusul bisa apa tdk? karena sedang diurus perusahaan .
    terimakasih.

    • 12 November 2013 pukul 13:21 | #124

      Wah … selamat Hari. Umur 19 tahun sudah bekerja.

      Dengan asumsi bahwa pengembangan selama 30 tahun tetap sebesar 7.5% (riil saat ini 8.13%) dengan iuran bulanan Rp. 100 ribu dan pensiun umur 50 tahun, maka akumulasi iuran dan pengembangan berjumlah Rp. 108
      547.395,-

      NPWP bisa disusulkan. Silakan datang ke BNI terdekat untuk update data jika telah memiliki NPWP.

  59. 13 November 2013 pukul 19:18 | #125

    klu gk punya npwp, kira2 brp persen pak potongannya???
    Trima ksh

    • 14 November 2013 pukul 08:44 | #126

      Pajak yang dikenakan bagi peserta yang tidak memiliki NPWP adalah lebih tinggi 20% dari pada yang memiliki NPWP. Ilustrasinya, misal untuk pemilik dana yang akan dicairkan pada saat pensiun normal adalah Rp 100.000.000,-

      Pajak Penghasilan yang dikenakan bagi Wajib Pajak yang memiliki NPWP adalah sbb.:
      0% x Rp 50 juta = Rp 0,-
      5% x Rp 50 juta = Rp 2.500.000,-
      ——————————————————–
      Jumlah = Rp 2.500.000,-

      Pajak Penghasilan yang dikenakan bagi Wajib Pajak yang tidak memiliki NPWP adalah sbb.:
      5% x Rp 50 juta x 120% = Rp 3.000.000,-

  60. 14 November 2013 pukul 16:16 | #127

    sy pngn tw pak, brpa return dr deposito, pasar uang pendapatan tetap, obligasi n saham di bni simponi…???
    Trima ksh.

    • 14 November 2013 pukul 16:47 | #128

      Saya tidak bisa bercerita banyak, kecuali untuk deposito dan obligasi.

      Saya menghitung menggunakan data yang saya miliki di buku BNI Simponi saya , dimana saya memilih pengembangan 50% deposito + 50% obligasi.

      Dengan perhitungan sederhana, khusus untuk bulan Oktober 2013 ini saya mendapatkan pengembangan sebesar 7,86% untuk Deposito dan 8,41% untuk obligasi. Atau rata-rata 8,13%.

      Saya berpendapat itu sudah sangat tinggi, karena diperhitungkan pengembangan sebesar itu walaupun saldo Anda baru Rp. 50 ribu. Mana ada bank yang mau membayar bunga deposito Rp. 50 ribu dengan bunga sebesar 7,86% tanpa pajak ? Di BNI Simponi saya bisa mendapatkannya.

      Bulan November 2013 ini kemungkinan besar dipastikan pengembangan deposito akan lebih tinggi lagi, karena Bank Indonesia meningkatkan rate 0.25% basis point menjadi 7,5%.

  61. 14 November 2013 pukul 18:27 | #129

    trima ksh pak informasinya.
    Sy mw tanya pak, sy ini msh umur 22 thn n msh lajang alias blum punya istri, utk ckrg sy bekerja sbg tki di malaysia krja cleaning service n punya tabungan bni taplus plus ATM.nya, bs gk sy buat bni simponi n apa sj syaratnya yg lengkap pak???
    Mhn bntuannya.

    • 14 November 2013 pukul 18:30 | #130

      Bisa sekali. Datang ke BNI terdekat dengan membawa kartu identitas diri (KTP atau SIM). Daya menyarankan agar minta kepada petugas Bank untuk melakukan otodebet pembayaran BNI Simponi atas beban BNI Taplus.

  62. Iyan R
    25 November 2013 pukul 11:47 | #134

    pak saya mau tanya, kalau untuk ikut anuitas berapa minimal dana + pengembangannya yg harus terkumpul?

    • 25 November 2013 pukul 12:10 | #135

      Prinsipnya sih berapa saja boleh. Pihak asuransi yang nantinya akan menilai berapa nominal yang akan diterima oleh peserta, janda /dudanya sampai meninggal dan anaknya sd usia 25 tahun.

      Jika dana lebih dari Rp. 500 juta, peserta diwajibkan membeli anuitas minimal 80% dari dananya

      • Iyan R
        25 November 2013 pukul 12:23 | #136

        oh berarti berapapun bisa pa ia, sekarang sy peserta simponi pa, pensiunnya umur 60 skrng umur saya 25, iurannya Rp 50.000/bulan, sedangkan umur pensiun saya dari perusahaan adalah 56 tahun, pertanyaannya:
        1. kira2 berapa total dana nanti yg terhimpun pd saat pensiun
        2. apakah umur pensiun yg 60 tdi bisa di rubah
        3. sy ikut investasinya ada dua pa obligasi sama deposito, apakah ada pajak ssetiap tahunnya? setiap tahun ada 2 jenis potongan pa? potongan apa saja itu?

      • 25 November 2013 pukul 13:55 | #137

        1. Dengan tingkat pengembangan saat ini jika ditentukan = 7.5% maka total dana = Rp. 54.907.779,-

        2. Sesuai dengan ketentuan pasal 17 ayat 5 : Peserta Mandiri dimungkinkan untuk mengubah usia pensiun normal yang telah ditetapkan sebelumnya sepanjang tidak lebih muda dari usia pensiun normal yang telah ditetapkan sebelumnya.

        Jadi, peserta tidak diperkenankan jika mengubah usia pensiun normal menjadi lebih muda. Tetapi peserta berhak mendapatkan hak pensiun dipercepat (10 tahun sebelum usia pensiun normal) dengan hak dan aturan sama dengan pensiun normal.

        3. Pajak dibebaskan selama peserta mengiur. Potongan itu adalah biaya itu adalah biaya administrasi sebesar Rp. 18.000,- dan biaya pengelolaan dana sebesar 0.85% dipungut setiap tahun sekali.

      • Iyan R
        25 November 2013 pukul 18:06 | #138

        terimakasih penjelasannya pa, setiap tahunnya ga da pajaknya ia? apakah persentase pengembangannya bisa sewaktu2 turun ga pa?

      • 25 November 2013 pukul 20:19 | #139

        Selama masa mengiur tidak kena pajak. Peserta terkena pajak pada saat pensiun atau pengambilan saldo.

        Pengembangan tergantung rate yang berlaku saat itu. Saat ini rate deposito sedang naik akibat naiknya suku bunga Bank Indonesia, dibandingkan 6 bulan yang lalu

      • Iyan R
        26 November 2013 pukul 11:13 | #140

        biasanya asuransi apa pa untuk anuitas? apakah selama qt mengiur mendapat asuransi ga pa?

      • 26 November 2013 pukul 11:32 | #141

        Perusahaan asuransi yang menyediakan anuitas adalah Jiwasraya, Bumiputera, BNI Life, Bringin Life, dll.

        BNI Simponi tidak mengasuransikan pesertanya. Tetapi jika Iyan ingin ditutup asuransi, dapat menghubungi BNI terdekat dan ikut asuransi yang ditawarkan oleh Bank Assurance Specialist di BNI.

  63. Iyan R
    25 November 2013 pukul 12:27 | #142

    tambahan pa, saya sudah jadi peserta simponi dari september 2011

  64. wawan
    28 November 2013 pukul 10:27 | #143

    Kalo mau mengganti paket investasi apa persyaratannya? apakah harus datang ke cabang atau bisa via BNI call?

    • 28 November 2013 pukul 11:12 | #144

      Harus datang ke BNI dan mengisi formulir, dengan membawa buku BNI Simponi dan kartu identitas diri …

      • wawan
        28 November 2013 pukul 12:01 | #145

        Kemaren ane sudah membuka Rek Simponi, maunya paket yang 14, tapi CSnya bilang gak ada, katanya gak semua paket tersedia di cabang. bahkan ane di rekomendasikan CSnya untuk datang ke kantor pusat atau BNISyariah. terpaksa ane pilih yang paket 13.

  65. Agus Hidayat
    24 Desember 2013 pukul 09:08 | #146

    Selamat pagi Pak. Ketika masih bekerja diperusahaan sebelumnya, iuran DPLK saya disetor oleh perusahaan. Sejak 5 tahun yang lalu saya pindah perusahaan, sehingga tidak bisa rutin menyetor setiap bulannya. Terakhir kali saya menyetor sendiri pada bulan Maret 2012 yang lalu. Bagaimana hitungannya kalau seperti ini? Terima kasih untuk jawabannya pak.

    • 24 Desember 2013 pukul 09:22 | #147

      Tidak ada masalah dengan hal tersebut. Kalau hitungan saldo Anda seperti yang tertera di buku Simponi Anda.

      Berbeda dengan asuransi, jika Anda terlambat atau tidak membayar premi asuransi, bisa berakibat hak Anda hilang. Di BNI Simponi, iuran Anda tetap menjadi milik Anda.

      Saran saya, segera datang ke BNI terdekat untuk mendaftarkan layanan autodebet setoran BNI Simponi Anda.

  66. wawan
    3 Januari 2014 pukul 17:03 | #148

    bisa setor lewan sms banking engga

    • 3 Januari 2014 pukul 17:04 | #149

      Bisa mas Wawan … juga bisa lewat Internet Banking. Kalau lewat ATM masih dalam tahap pengembangan.

      • iyan ruyana
        8 Januari 2014 pukul 08:29 | #150

        kalo pengen tahu skrng sy di paket berapa gmna caranya ia,

      • 8 Januari 2014 pukul 08:52 | #151

        Silakan datang ke BNI terdekat dan menanyakannya ke customer service. Sesuai dengan ketentuan, pilihan investasi bisa diubah maksimal 2 kali dalam setahun.

  67. sianah
    4 Januari 2014 pukul 19:24 | #152

    pak,sy tertarik ikut bni simponi.sy karyawan swasta umur 38 tahun,rencana sy ikut paket syariah no 14,jika sy pensiun usia 55thn,setoran awal 1 jt,bulanan 400 rb,berapa uang bersih yg sy terma?sy punya npwp.

    • 6 Januari 2014 pukul 13:28 | #153

      Untuk paket 14, data terakhir menunjukkan bahwa pada sd bulan Oktober 2013, pengembangannya “hanya” 4.21%. Dengan setoran awal Rp. 1 juta, iuran per bulan Rp. 400 ribu, usia saat ini adalah 38 tahun dan usia pensiun 55 tahun, maka uang bersih yang akan diterima diperkirakan Rp. 107 juta. Tetapi jika memilih paket 06, saldo bersih diperkirakan Rp. 144 juta. Terima kasih

  68. Mei Janardono
    8 Januari 2014 pukul 10:21 | #154

    Selamat pagi Pak suhartono saya sudah dari tgl 24 dec untuk mencairkan dana tapi sampai saat ini blm jg d transfer ke rekening saya..Saya coba contact DPLK tapi tidak ada yg angkat..butuh informasi no tlp yg bisa d hubungi atw bisa d cek oleh bapak.Terima Kasih

    • 8 Januari 2014 pukul 10:29 | #155

      Silakan menghubungi Customer Service BNI dimana dahulu mengurus pencairan DPLK-nya. Mestinya satu minggu sudah selesai prosesnya.

      Saya tidak bisa membantu jika Anda tidak menyebutkan nama outlet BNI yang mengurus pencairan atau minimal nomor rekening DPLK Anda.

  69. 4 Februari 2014 pukul 15:53 | #156

    Saya saat ini sedang mencari jenis simpanan yang diperuntukan dana pensiun, saya ingin menanyakan apakah kalo ingin menjadi anggota DPLK wajib memiliki rekening BNI ato langsung buka rekening BNI simponi? Selanjutnya untuk setoran awal pembukaan rekening brapa? setoran selanjutnya berapa? iuran per bulan berapa? apakah BNI simponi ini hanya untuk dana pensiun dibedakan dengan rekening tabungan BNI biasa. Serta untuk potongan per bulan berapa? Bisa diambil pada saat usia pensiun sesuai perjanjian di awal kah? terima kasih sebelumnya saya ucapkan.

    • 4 Februari 2014 pukul 17:19 | #157

      Wah pertanyaanya banyak sekali. Ok. Saya jawab satu persatu.

      1. Peserta DPLK BNI tidak diwajibkan untuk membuka rekening tabungan BNI. Peserta dapat menyetor iuran secara manual. Namun demikian, sebaiknya peserta agar membuka rekening tabungan agar memudahkan untuk melakukan iuran peserta secara otodebet dari rekening tabungan.

      2. Setoran awal untuk kepesetaan perorangan adalah Rp. 250 ribu. Setoran selanjutnya minimal Rp. 50 ribu per bulan.

      3. BNI Simponi sangat berbeda dengan Tabungan BNI biasa. Terutama di pengembangan (jika memilih pilihan investasi 50% deposito dan 50% obligasi) yang saat ini sekitar 7,3%. Selama mengiur juga bebas pajak, sehingga saldo iuran dan pengembangan jauh lebih cepat berkembang dibandingkan tabungan biasa.

      4. Biayanya sangat murah, untuk peseta perorangan Rp. 18.000,- dan 0,85% dari saldo, yang dipotong setiap setahun sekali.

      5. Anda akan mendapatkan semacam buku tabungan yang menandakan bahwa itu adalah hak Anda. Pada saat usia pensiun normal, Anda berhak mendapatkan dana Anda setelah dipotong pajak sesuai ketentuan yang berlaku.

  70. Samiaji
    21 Februari 2014 pukul 08:13 | #158

    menurut saya ada kelemahan BNI Simponi dibandingkan dengan BNI Taplus,
    untuk Taplus, bunga 20% Final hanya dikenakan atas bunga.
    untuk Simponi, bunga 20% Final dikenakan atas pokok dan bunga.
    benar demikian bukan, Pak?

    • 21 Februari 2014 pukul 08:37 | #159

      Kurang tepat, penjelasannya adalah sbb. :

      1. Pajak Simponi memang dikenakan pada saat peserta pensiun dipercepat atau pensiun normal. Besarnya adalah saldo total – Rp. 50 juta. Besarnya pajak bukan 20% tetapi hanya 5% saja

      2. Pajak atas bunga Taplus dikenakan sebesar 20% dari total bunga yang didapatkan SETIAP BULAN-nya. Sedangkan pajak BNI Simponi dikenakan setelah mengendap dan berkembang.

      Hasilnya pasti sangat berbeda dan pasti sangat menguntungkan di BNI Simponi. Di Taplus, uang Anda dipotong pajak setiap bulan dengan prosentase 20%.

      Sedangkan di BNI Simponi, Anda menikmati fasilitas bebas pajak, pengembangan setara deposito spesial rate dan baru dikenakan pajaknya setelah selesai mengiur dan berkembang dengan pajak hanya 5% saja.

  71. Samiaji
    21 Februari 2014 pukul 08:15 | #160

    maaf, ralat
    untuk Taplus, pajak 20% Final hanya dikenakan atas bunga.
    untuk Simponi, pajak Final dikenakan atas pokok dan bunga.

  72. 18 Maret 2014 pukul 14:20 | #161

    selamat siang pak, saya sudah mengajukan penutupan tabungan simponi saya pada tanggal 28 Februari 2014 di BNI Jl. A. Yani Padang dan dijanjikan akan ditransfer ke rekening saya sekitar 2 minggu lagi. Tapi sampai sekarang belum ditransfer juga pak. Memang tabungan saya tidak seberapa pak, berhubung saya tidak kerja lagi, makanya saya butuh uang tabungan tersebut. Mohon bantuannya ya pak

  73. nila kristna
    23 Maret 2014 pukul 11:55 | #163

    Selamat siang pak, saat ini usia saya 40 thn dan berencana ingin ikut bni simponi hingga usia pensiun 55 thn dengan iuran bulanan 400.000 rb. Brp yang akan saya terima pada saat pensiun nanti pak.Terima kasih

    • 27 Maret 2014 pukul 12:12 | #164

      Yth. Ibu Nila … Saat ini saya sedang cuti. Mohon maaf kalau jawabannya terlambat. Insya Allah minggu depan saya jawab

    • 2 April 2014 pukul 16:49 | #165

      Dengan asumsi rata-rata pengembangan BNI Simponi seperti saat ini sebesar 9,61%, iuran Rp. 400 ribu per bulan, usia 40 tahun dan pensiun di umur 55 tahun, maka total dana BNI Simponi pada saat pensiun adalah sekitar Rp.143 juta

  74. aris
    27 Maret 2014 pukul 10:48 | #166

    saya ikut bni simponi dari th 2011 sampai sekarang , bisakah pak dana yang ada di simponi dialihkan /pindah ke reksadana bni syariah karena ada keinginan utk investasi di reksadana aja trimakasih

    • 27 Maret 2014 pukul 12:10 | #167

      Kalau yang dimaksud adalah pemilihan pengembangannya ke reksadana syariah : bisa. Silakan datang ke BNI terdekat untuk mengubah pilihan investasi.

      Apakah yang dimaksud itu ?

  75. 28 Maret 2014 pukul 15:25 | #168

    Selamat siang pak…
    sya mohon atau minta rumus penghitungan simulasi pak…
    biar saya hitung sendiri
    trimakasih

  76. Alif Ahmad
    23 April 2014 pukul 14:05 | #170

    Mau bertanya pak,
    bila waktu sudah 2tahun dari membuka BNI SIMPONI apabila kita mau diambil pengembanganya apakah bisa, berapa persen yang dapat diambil dan berapa kali dalam setahun bisa di ambil.
    terimakasih,

    • 23 April 2014 pukul 14:24 | #171

      Pada pasal 19 Peraturan Dana Pensiun DPLK BNI, diatur sbb. :

      1. Sebanyak-banyaknya 4 X dalam setahun masa kepesertaan dengan tenggang waktu masing-masing penarikan minimal 31 hari.

      2. Penarikan setinggi-tingginya 10% dari akumulasi iuran.

      3. Dana yang ditarik tidak termasuk hasil pengembangan.

      Jadi, pengembangan tidak boleh ditarik.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: